Keluarga merupakan satu kata yang sarat akan makna. Keluarga adalah ketika semua anggota keluarga memiliki visi dan misi yang sama. Dikepalai oleh seseorang yang dipanggil ayah. Membangun keluarga tidaklah mudah, namun bukan berarti sesuatu yang mustahil. Terlebih sang ayah bukan hanya menjamin tercukupnya kebutuhan jasmani, melainkan juga ruhani. Bukan hanya kebahagiaan dunia, tapi juga mengharap kebahagiaan di akhirat kelak.
Sebagai seorang muslim, cukuplah kita berkaca kepada keluarga mulia yang menjadi panutan manusia sepanjang zaman, yaitu keluarga Rasulullah SAW. Keberadaan Rasulullah SAW di muka bumi adalah sebagai contoh dan suri tauladan bagi seluruh umat manusia, baik dalam hal individu maupun dalam membina rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik kepada keluarganya dan saya terbaik kepada keluargaku.” (HR. Tirmizi, no. 3895, Ibnu Majah, no. 1977 dinyatakan shahih oleh Albani dalam Shahih Tirmizi)
Itulah panduan Rasulullah SAW untuk berbuat baik kepada istri, anak, dan seluruh anggota keluarga. Dan beliau menyatakan bahwa beliaulah yang terbaik diantara umat manusia dalam hal membina keluarga.
Sepanjang mengarungi bahtera rumah tangga pasti akan menghadapi ujian. Layaknya seorang nahkoda yang mengarungi samudera lepas yang berhadapan dengan ombak, badai, angin dan lain sebagainya. Maka sang nahkoda memerlukan ilmu dan keterampilan yang mumpuni sehingga mampu menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Begitupun dengan seorang kepala keluarga, ia harus berilmu agar tak salah melangkah dalam mengarahkan dan membina seluruh anggota keluarga. Tak cukup sampai disitu, ia pun harus terampil karena ia menghadapi manusia bukan robot yang tak memiliki hati. Bahkan dalam menegur anak pun ada seninya, begitu ungkap dr. Aisyah Dahlan, seorang praktisi parenting.
Melalui coretan sederhana ini mudah-mudahan mampu membuka wawasan kita tentang apa itu keluarga, bagaimana peran kepala keluarga, dan segala hal berkaitan dengan rumah tangga. Karena sebuah bentuk ibadah yang dilakukan terus menerus hingga ajal menjemput salah satunya adalah berumah tangga.
Insya Allah kami akan berbagi banyak hal dalam coretan-coretan berikutnya. Semoga Allah memandaikan kita sehingga kita mampu menjalankan tugas sebagai kepala keluarga. Aamiin...

tulisan ini mengajak gue untuk kembali merenung. Apakah gue udah jadi ayah yang baik untuk anak dan istri gue, apakah gue udah memiliki banyak ilmu dan seni untuk menghadapi perangai anggota keluarga. Ya, mereka bukan robot yang bisa kita arahkan sesuka kita. Mereka punya hati, punya kecenderungan untuk ta'at, atau membangkang.
BalasHapustantangan . hehe
Makasih Mas tulisannya. Lanjutkan ya
Mari sama-sama berbenah sebagai ayah dan suami.
HapusBisa jadi rujukan berikutnya kalau cari tulisan tentang Parenting nih. Keep writing Kang Sae
BalasHapusInsya Allah mba
HapusIni salah satu tema yg aku sukai... kutunggu tulisan2 selanjutnya...
BalasHapusoh ya, boleh request ndak ya...hehe
misal..
kesulitan2 membentuk karakter anak..
makasih
Insya Allah nanti akan dibahas mba
HapusTerima kasih
BalasHapus